Program Akses Reforma Agraria Dorong Petani Desa Randulanang Akses Program Pemerintah

ads-agrimat

Program Akses Reforma Agraria Dorong Petani Desa Randulanang Akses Program Pemerintah

Minggu, 07 Juni 2026

 


Klaten, 4 Juni 2026 – Upaya memperkuat kemandirian dan kesejahteraan petani terus dilakukan melalui kegiatan Program Akses Reforma Agraria yang digelar di Aula Balai Desa Randulanang, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, Kamis (4/6/2026). Kegiatan ini menghadirkan Pembina KPMK, Yusuf Murdani, sebagai narasumber utama dalam rangkaian agenda pemberdayaan masyarakat yang menjadi bagian dari pelaksanaan program tahun 2026.


Sebagai informasi, KPMK secara resmi telah menjalin kerja sama dengan Kantor ATR/BPN Klaten sejak tahun 2023 dalam pelaksanaan Program Akses Reforma Agraria. Kerja sama serupa juga telah terjalin dengan Kantor ATR/BPN Wonogiri. Program ini bertujuan membantu para petani dan masyarakat penerima manfaat agar mampu mengakses berbagai program pemerintah melalui dinas dan instansi terkait, sehingga manfaat reforma agraria tidak hanya berhenti pada aspek legalisasi aset, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Untuk pelaksanaan program tahun 2026, KPMK bersama Kantor ATR/BPN Klaten menggandeng Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perwaskim) Kabupaten Klaten sebagai mitra pelaksana dalam kegiatan pendampingan dan pemberdayaan masyarakat.


Kegiatan diawali dengan pemaparan dari perwakilan Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Klaten yang menjelaskan tentang Program Koperasi Desa Merah Putih. Dalam paparannya, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya koperasi sebagai wadah penguatan ekonomi masyarakat desa, sekaligus sebagai instrumen untuk meningkatkan daya saing dan kemandirian ekonomi warga.


Selanjutnya, Yusuf Murdani menyampaikan materi mengenai pentingnya masyarakat, khususnya petani, menyambut berbagai program pemerintah secara positif dan menjadikannya sebagai sebuah gerakan bersama. Menurutnya, keberhasilan program pembangunan tidak hanya ditentukan oleh pemerintah, tetapi juga oleh partisipasi aktif masyarakat dalam memanfaatkan peluang yang tersedia.


"Kita sebagai petani harus mampu melihat program-program pemerintah yang baik sebagai kesempatan untuk maju bersama. Jangan hanya menjadi penerima manfaat, tetapi jadikan ini sebagai gerakan yang mampu mengubah kondisi ekonomi masyarakat desa secara berkelanjutan," ujar Yusuf Murdani di hadapan peserta.


Pada kesempatan tersebut, Yusuf Murdani juga memaparkan potensi pengembangan komoditas ketela pohon yang selama ini banyak dibudidayakan petani. Ia menjelaskan bahwa nilai ekonomi ketela pohon dapat meningkat secara signifikan apabila diolah menjadi produk turunan yang memiliki nilai tambah, salah satunya tepung tapioka. Melalui pengolahan dan penguatan kelembagaan usaha, petani diharapkan tidak hanya menjual hasil panen dalam bentuk bahan mentah, tetapi juga mampu memperoleh keuntungan yang lebih besar dari produk olahan.


Kegiatan berlangsung interaktif dan mendapat sambutan antusias dari para peserta. Hal ini terlihat dari berbagai tanggapan dan diskusi yang berkembang selama sesi berlangsung. Pada akhir acara, dua orang petani menyampaikan pertanyaan sekaligus harapan agar KPMK dapat terus memberikan pendampingan kepada masyarakat secara berkelanjutan.


Mereka berharap Program Akses Reforma Agraria tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi semata, tetapi benar-benar diwujudkan dalam bentuk gerakan pemberdayaan yang mampu membuka akses petani terhadap program pemerintah, penguatan kelembagaan ekonomi, hingga pengembangan usaha berbasis potensi lokal desa.


Melalui sinergi antara ATR/BPN, pemerintah daerah, KPMK, dan masyarakat, Program Akses Reforma Agraria diharapkan dapat menjadi instrumen efektif dalam meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mendorong tumbuhnya ekonomi desa yang lebih mandiri dan berkelanjutan.